110 Guru SMP Dilatih Pembelajaran Elektronik Ramah Anak

SEBANYAK 110 tenaga pengajar tingkat SMP sederajat mendapatkan pembinaan tentang pendidikan melalui pembelajaran elektronik ramah anak. Tujuannya, agar para guru bisa mengajar dengan mengkombinasikan tiga modalitas belajar anak didik, mulai dari visual, auditori, dan kinestetik.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan SMP Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Diah Haerani mengatakan, tiga modalitas belajar anak didik dapat dilihat dari hasil tes psikologi (psikotes). Dalam proses pembelajaran di kelas, setiap anak seharusnya mendapatkan pengajaran yang disesuaikan dengan salah satu modalitas belajar tersebut.

“Pendidikan yang ramah anak itu, sekolah dapat mengakomodir potensi anak. Ditambah lagi, sekarang sudah era komputerisasi, sehingga proses pembelajaran akan lebih diarahkan kepada aplikasi dan media digital,” katanya di SMPN 2 Kota Depok, Kamis (18/10).

Di katakannya, saat ini dia bersama Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud RI tengah mengembangkan aplikasi rumah belajar. Melalui media ini, nantinya guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) membuat bahan ajar dan soal-soal yang didasarkan pada tiga modalitas belajar anak tersebut.

“Kalau sudah diterapkan, dalam satu kelas, anak-anak bisa belajar sesuai dengan gaya belajarnya. Diharapkan, pelajar yang misalkan, memiliki potensi visual potensinya semakin terasah, karena media pembelajaran yang dihadirkan menunjang ke arah tersebut,” lanjutnya.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Yeti Supriati selaku pemateri di pelatihan tersebut, mengajak para guru untuk kreatif dalam mengajar. Dia memberikan beberapa teori pengajaran, mulai dari cara pemrosesan informasi, mengembangkan kreativitas siswa, dan kecerdasan dasar siswa.

“Guru harus tahu dan mengikuti perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru bisa lebih kreatif lagi dalam menyajikan materi ajar. Termasuk memfasilitasi berbagai gaya belajar anak-anak, sehingga potensi mereka bisa lebih berkembang lagi,” tutupnya. (Pipin Nurullah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*