Perubahan Kecil Berdampak Besar

Dr Mulyono D Prawiro (kanan mengenakan batik).

MEMASUKI abad modern banyak organisasi yang mengadakan pertemuan untuk berbagi praktik-praktik yang terbaik, menghasilan pemikiran-pemikiran baru di antara para mitra atau koleganya, dan diharapkan menghasilkan pula dorongan dan cara berpikir yang baru yang lebih segar.

Bila suatu saat kita menghadiri pertemuan semacam itu, banyak hal yang kita dapatkan, antara lain berbagai faktor lingkungan yang biasanya ikut mempengaruhi sukses atau tidaknya pertemuan tersebut, termasuk di antaranya jumlah orang yang hadir dengan beragam sifat dan kepribadiannya.

Kelihatannya sepele, namun ini memiliki pengaruh yang cukup besar apabila ruang pertemuan yang dipergunakan hanya sekadar asal-asalan, karena ruangan memiliki andil yang cukup besar bagi seseorang dalam berpikir, sehingga akan mempengaruhi pula kemampuan tim untuk berpikir yang lebih luas. Seperti yang dikemukakan oleh dua orang peneliti, Joan Meyers dan Juliet Zhu, yang percaya tinggi plafon ruangan memiliki efek pelengkap, mempengaruhi orang untuk berpikir lebih konseptual dan kreatif. Ketika plafon ruangan itu tinggi, namun jauh lebih spesifik dan terbatas apabila menggunakan ruangan yang relatif rendah.

Untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain dengan cara-cara yang etis, yang mampu membawa perubahan kecil tetapi dapat berdampak besar diperlukan cara-cara tersendiri dan tidak semua orang mampu melakukannya, sekali pun mereka adalah pejabat tinggi, Cara ini biasanya disebut sebagai perubahan kecil tetapi berdampak besar atau Small Big.

Ini diperlukan karena cara-cara lama yang dianggap tidak efektif lagi, sehingga memerlukan cara baru untuk mengubahnya. Fokus pada perubahan kecil berdampak besar yang berdasar sains adalah sangat penting, karena pendekatan yang biasa digunakan untuk mengajak orang lain untuk melakukan perubahan menuju ke arah yang lebih baik sudah tidak efektif.

Ketika seseorang mengambil suatu keputusan penting, banyak orang menyakini bahwa mereka mempertimbangkan seluruh informasi yang ada dan mengambil keputusan untuk bertindak, serta melakukan sesuatu, dengan harapan agar orang lain dapat melakukan keputusan itu, dan cara terbaik untuk mengajak orang lain adalah dengan menyediakan seluruh informasi beserta alasannya, sehingga mereka dapat dengan mudah memahami dan sedapat mungkin mereka bisa melaksanakan dengan baik dan mudah.

Cara penyampaian informasi tersebut harus didukung dengan bukti-bukti tambahan dan contoh-contoh nyata di lapangan serta bukan hanya sekedar omong kosong. Harus diyakinkan bahwa program perubahan ini adalah program baru yang berbeda dengan program-program sebelumnya yang telah lebih dahulu ada di masyarakat. Cara penyampaiannya pun harus beda dan memiliki alasan yang kuat, sehingga masyarakat lebih mudah mencerna dan memiliki dampak yang luas serta mambawa manfaat bagi semuanya.

Dengan mencoba mengadakan perubahan, tentunya kita harus hati-hati terutama cara penyampaian dan analisisnya, meskipun cara yang ditawarkan memiliki dampak yang luas dan membawa manfaat. Sebisa mungkin dibuat agar masyarakat memiliki kesan, apa yang disampaikan dan ditawarkan itu menekankan hasil yang paling berkesan. Dengan demikian timbul perasaan dan tergugah hatinya untuk melalukan apa yang disampaikan tanpa merasa disuruh ataupun dimanfaatkan tenaga dan pikirannya.

Meskipun banyak riset yang terbaru yang menyikapi bahwa ilmu persuasi, suatu wawasan yang sering terabaikan, namun bisa panjang lebar menjelaskan mengapa strategi sekadar memberi informasi untuk mendorong orang lain berubah besar kemungkinan mengalami kegagalan. Sebenarnya bukan informasi yang menyebabkan orang mengambil keputusan, melainkan konteks penyampaian informasi itu lebih penting.Saat ini kita tinggal dalam lingkungan yang sudah kebanjiran informasi dan stimulasi. Orang akan merasa kesulitan untuk mempertimbangkan semua informasi di tengah kesibukannya, keterbatasan waktu dan bermacam-macam hal yang menuntut perhatian.

Steve J. Martin dkk, dalam bukunya yang terbaru berjudul The Small Big menyampaikan, bahwa keberhasilan mempengaruhi makin ditentukan oleh konteks, bukan kognisi, serta lingkungan psikologis tempat informasi itu disampaikan. Akibatnya, siapa pun bisa meningkatkan kemampuannya mempengaruhi dan mengajak orang lain bukan hanya dengan memberi informasi atau mendidik orang lain agar berubah, melainkan juga dengan membuat pendekatan perubahan kecil untuk mengaitkan pesan mereka dengan motivasi yang dirasakan manusia. Perubahan kecil di peletakan, pembingkaian, waktu, atau konteks, bagaimana informasi disampaikan dapat mengubah secara dramatis, bagaimana informasi itu diterina dan dilaksanakan.

Dunia ini bergerak dengan begitu cepatnya, dengan data yang melimpah, di mana-mana informasi teraktual dengan mudah tersaji dengan mengklik tombol atau mengusap layar, mungkin mudah mengabaikan pentingnya perubahan kecil dalam konteks informasi, tetapi itu merupakan kesalahan bila kita mengabaikannya. Tidak diragukan lagi, dengan munculnya teknologi baru dan informasi yang dapat diakses secara langsung, tentu telah membawa manfaat yang luar biasa besar bagi kita. Banyak orang yang malah makin kecil kemungkinannya menggunakan seluruh informasi ketika mereka harus membuat keputusan, padahal telah terjadi peningkatan jumlah informasi yang dimiliki, sebagai bahan pengambil keputusan yang lebih baik. Nenek moyang kita telah mengajarkan, bahwa setiap orang bisa dipengaruhi oleh adanya perubahan-perubahan kecil dalam konteks komunikasi. Mempengaruhi dan mengajak orang lain berubah dengan cara etis dan efektif, ini merupakan hal kecil bermakna besar.

Demikian juga dengan munculnya Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya dimana-mana, yang dipelopori oleh Yayasan Damandiri, hal ini akan mempengaruhi dan berdampak munculnya perubahan besar di negeri ini. Banyak Kementerian atau lembaga pemerintah, baik pemerintah daerah, perguruan tinggi termasuk para mahasiswa, lembaga perbankan dan unsur-unsur terkait serta tokoh masyarakat dan rakyat di desa-desa mulai berubah dan bergerak maju melangkah yang dimulai dengan langkah-langkah kecil, yang menghasilkan karya-karya besar. Semua merasakan manfaatnya, terutama rakyat desa merasa diangkat derajatnya dan bagi mahasiswa merupakan forum pengabdian yang luar biasa. (Oleh: Dr Mulyono D Prawiro/Penulis adalah Dosen Pascasarjana dan Anggota Senat Universitas Satyagama dan Universitas Trilogi, Jakarta)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*